UNTUK SAHABATKU DI HTI

1 06 2009

SAUDARAKU…Kalo benar-benar Iman terhadap Alloh dan Rosulnya, niscaya Kita tidak pernah menganggap Ke-Khilafahan yang telah di bangun Rosululloh itu padam.

SEJAK Rosul membangun Ummat ini sampai Sekarang Kekhilafahan dan Immamah yang dengan atas Izin dan Ridho Alloh dan Rosulnya tetap terjaga seperti terjaganya Kebenaran Al-Qur’an sampai Yaumilqiyaaamah.





Buku Ilusi Negara Islam – 16 Mei 2009

26 05 2009

ILUSI NEGARA ISLAM

Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia

Gerakan garis keras transnasional di Indonesia terdiri dari kelompok-kelompok di dalam dan di luar institusi pemerintahan/parlemen yang saling mendukung untuk mencapai agenda bersama mereka. Bahaya paling jelas adalah identifikasi Islam dengan ideologi Wahabi/Ikhwanul Muslimin yang sangat ampuh membodohi umat Islam. Mereka menyusup ke bidang-bidang kehidupan bangsa Indonesia, terutama ormas-ormas Islam moderat, institusi pendidikan dan pemerintahan; dan dengan dalih membela dan memperjuangkan Islam, melakukan cultural genocide untuk menguasai Indonesia. Formalisasi agama (baca: Islam) yang mereka lakukan hanya dalih untuk merebut kekuasaan politik.

Baca tuluyan ieu tulisan »





Seren Taun di Cigugur

8 01 2009
Senin, 22 Desember 2008 | 10:02 WIB
http://kompas.co.id/index.php/travel/travelstory
http://kompas.co.id/read/xml/2008/12/22/10020260/seren.taun.rasa.syukur.yang.jadi.komoditas.wisata

seren taun

seren taun

JAKARTA, SENIN — Masyarakat adat Sunda punya tradisi tahunan yang dinamakan Seren Taun. Beberapa wilayah di Jawa Barat, seperti Sumedang, Indramayu, dan Kuningan, selalu menggelar ritual tersebut dari tahun ke tahun. Di Kuningan, khususnya Kecamatan Cigugur, Seren Taun dirayakan setiap tanggal 22 Rayagung 1941 S. Tahun ini, perayaan digelar selama 6 hari, dari 16 Desember hingga 21 Desember 2008. Setiap tahunnya pula, ritual ini selalu mengundang para wisatawan untuk menyaksikannya. Apakah Seren Taun hanya berhenti sebagai komoditas wisata tanpa makna?

Bagi masyarakat adat Karuhun Urang Cigugur, Seren Taun merupakan Gelar Budaya Tradisional Masyarakat Agraris Sunda sebagai wujud luapan rasa syukur kepada Tuhan. Itu diartikan juga sebagai upacara penyerahan hasil panen yang baru diraih dan memohon kebaikan untuk tahun selanjutnya.
Baca tuluyan ieu tulisan »





Seren Taun

6 01 2009

Anis Djatisunda

Pun sapun ka luluhuran
Pun tabé ka handapeunana
Kula deuk nyabla kula deuk meta
Sésérén taun nu undur
Ka taun nu ngagantian
Sapulukan sapakprakan
Puja bakti ka hyang suci
Tanda punjung ka karuhun
Ti buyut canggah bao eujeung waréng
Sahunyur lembur Sindangbarang
Titilarna Pajajaran.
Pun sapun..
Sampura.. isun..!

http://balebat-online.com/?p=4

Dina kahirupan masarakat sunda kuna, upacara sérén taun diayakeun pikeun ngahaturkeun rasa syukur ka Sanghyang Tunggal nu tos masihan hasil tatanén anu nyugemakeun dina taun nu kalangkung, ogé miharep dina taun nu baris dongkap, sagalana tiasa langkung ningkat. Numutkeun katerangan lisan, boh ti para kasepuhan, ogé tina carita pantun, upacara sérén taun tos dilakukeun ti saprak Karajaan Pajajaran masih jaya di buana. Harita prak-prakan éta upacara digelar babarengan di sakuliah karajaan, ti kawit ibukota Pakuan dugi ka daérah bawahanana.

Baca tuluyan ieu tulisan »





Peringatan Nabi SAW Tentang Munculnya Wahabi

8 12 2008

http://wildwestwahabi.wordpress.com/2007/10/22/peringatan-nabi-saw-tentang-munculnya-wahabi

Hadits-hadits yang memberitakan akan datangnya Faham Wahabi.

Sungguh Nabi s a w telah memberitakan tentang golongan Khawarij ini dalam beberapa hadits beliau, maka hadits-hadits seperti itu adalah merupakan tanda kenabian beliau s a w, karena termasuk memberitakan sesuatu yang masih ghaib (belum terjadi). Seluruh hadits-hadits ini adalah shahih, sebagaimana terdapat dalam kitab shahih BUKHARI & MUSLIM dan sebagian yang lain terdapat dalam selain kedua kitab tsb. Hadits-hadits itu antara lain:

1. Fitnah itu datangnya dari sini, fitnah itu datangnya dari arah sini, sambil menunjuk ke arah timur (Najed-pen ).

2. Akan muncul segolongan manusia dari arah timur, mereka membaca Al Qur’an tetapi tidak bisa membersihkannya, mereka keluar dari agamanya seperti anak panah yang keluar dari busurnya dan mereka tidak akan kembali ke agama hingga anak panah itu bisa kembali ketempatnya (busurnya), tanda-tanda mereka bercukur kepala (plontos – pen).

3. Akan ada dalam ummatku perselisihan dan perpecahan kaum yang indah perkataannya namun jelek perbuatannya. Mereka membaca Al Qur’an, tetapi keimanan mereka tidak sampai mengobatinya, mereka keluar dari agama seperti keluarnya anak panah dari busurnya, yang tidak akan kembali seperti tidak kembalinya anak panah ketempatnya. Mereka adalah sejelek-jelek makhluk, maka berbahagialah orang yang membunuh mereka atau dibunuh mereka. Mereka menyeru kepada kitab Allah, tetapi sedikitpun ajaran Allah tidak terdapat pada diri mereka. Orang yang membunuh mereka adalah lebih utama menurut Allah. Tanda-tanda mereka adalah bercukur kepala (plontos – pen).

4. Di Akhir zaman nanti akan keluar segolongan kaum yang pandai bicara tetapi bodoh tingkah lakunya, mereka berbicara dengan sabda Rasulullah dan membaca Al Qur’an namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka, meraka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, maka apabila kamu bertemu dengan mereka bunuhlah, karena membunuh mereka adalah mendapat pahala disisi Allah pada hari kiamat.

5. Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al Qur’an namun tidak sampai mengobati mereka, mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, mereka tidak akan bisa kembali seperti anak panah yang tak akan kembali ketempatnya, tanda-tanda mereka ialah bercukur kepala (plontos – pen).

6. Kepala kafir itu seperti (orang yang datang dari) arah timur, sedang kemegahan dan kesombongan (nya) adalah (seperti kemegahan dan kesombongan orang-orang yang) ahli dalam (menunggang) kuda dan onta.

7. Dari arah sini inilah datangnya fitnah, sambil mengisyaratkan ke arah timur (Najed – pen).

8. Hati menjadi kasar, air bah akan muncul disebelah timur dan keimanan di lingkungan penduduk Hijaz (pada saat itu penduduk Hijaz terutama kaum muslimin Makkah dan Madinah adalah orang-orang yang paling gigih melawan Wahabi dari sebelah timur / Najed – pen).

9. (Nabi s a w berdo’a) Ya Allah, berikan kami berkah dalam negeri Syam dan Yaman, para sahabat berkata: Dan dari Najed, wahai Rasulullah, beliau berdo’a: Ya Allah, berikan kami berkah dalam negeri Syam dan Yaman, dan pada yang ketiga kalinya beliau s a w bersabda: Di sana (Najed) akan ada keguncangan fitnah serta disana pula akan muncul tanduk syaitan.

10. Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al Qur’an namun tidak sampai membersihkan mereka. Ketika putus dalam satu kurun, maka muncul lagi dalam kurun yang lain, hingga adalah mereka yang terakhir bersama-sama dengan dajjal.

Baca tuluyan ieu tulisan »