Rosululloh dan Nabi Palsu

1 07 2008

MENANGGAPI TULISAN Oleh: Ahmad Rofiqi “Rusulullah dan Nabi Palsu” pada http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=325368&kat_id=16

Tanggapan :

TAFSIR SURAT AL-’ASHR

Menurut MURTADHA MUTHAHHARI Dalam DURUS FIL QUR’ANIL KARIM

http://www.jalal-center.com/index.php?o … amp;id=372
Di zaman Rasulullah ada seorang Nabi palsu, Musailamah Al-Kadzab, yang menyaingi Rasulullah dengan mendakwakan dirinya sebagai Nabi. Musailamah Al-Kadzab bersahabat dengan ‘Amr bin Ash, salah satu sahabat Nabi yang termasuk terakhir dalam memeluk Islam. Ketika surat ini turun, ‘Amr bin Ash belum masuk Islam, tetapi ia sudah mendengarnya. Ketika ia berjumpa dengan Musailamah Al-Kadzab, Musailamah bertanya tentang surat ini: “Surat apa yang turun kepada sahabatmu di Mekah itu?�  ’Amr bin Ash menjawab, “Turun surat dengan tiga ayat yang begitu singkat, tetapi dengan makna yang begitu luas.�  “Coba bacakan kepadaku surat itu!�  Kemudian surat Al-’Ashr ini dibacakan oleh ‘Amr bin Ash. Musailamah merenung sejenak, ia berkata, “Persis kepadaku juga turun surat seperti itu.�  ‘Amr bin Ash bertanya, “Apa isi surat itu?�  Musailamah menjawab: “Ya wabr, ya wabr. Innaka udzunani wa shadr. Wa sãiruka hafrun naqr. Hai kelinci, hai kelinci. Kau punya dada yang menonjol dan dua telinga. Dan di sekitarmu ada lubang bekas galian.�  Mendengar itu ‘Amr bin Ash, yang masih kafir, tertawa terbahak-bahak, “Demi Allah, engkau tahu bahwa aku sebetulnya tahu bahwa yang kamu omongkan itu adalah dusta.�

Mengapa Rasulullah SAW tidak memerangi Musailamah?

Alasan Saudara Ahmad Rofiqi tidak memerangi Musailamah Al-Kadzab, disandarkan pada kondisi sakitnya Rosululloh selepas menunaikan Haji Wada. Alasan Sakitnya Rosululloh tidak memerangi Musailamah Al-Kadzab sangatlah keliru, Mengapa :

Pertama Musailamah Al-Kadzab, yang menyaingi Rasulullah dengan mendakwakan dirinya sebagai Nabi.

Kedua Musailamah Al-Kadzab Hadir jauh sebelum Nabi SAW sakit kemudian wafat, ‘Amr bin Ash belum Masuk Islam, beliau sudah bersahabat dengan Musailamah Al-Kazab.

Ketiga Para Pembohong Agama, Para Munafiq sangat banyak pada zaman Rosululloh, lihat pada topik “S A H A B A T” pada http://www.tasikmalayakota.go.id/pnbb/v … php?id=339
Keempat Sebelum Nabi Sakit kemudian Wafat, Turun ayat Al-Qur’an terakhir, AL-MAAIDAH : 3 (Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu.). Sekiranya Alloh SWT memerintahkan menghukumi Para Pembohong Agama/Para Nabi Palsu dengan Dibunuh/Dirajam/Diusir, tentu sudah dilakukan oleh Nabi SAW Jauh sebelum Ayat terakhir ini turun.
Kelima Mustahil Nabi SAW terlewatkan menjalankan Apa2 yang Diperintah Alloh dan menjalankan Apa2 yang Dilarang Alloh.

Keenam Apabila Abu Bakar telah bertindak tegas terhadap Pembohong Agama (Nabi Palsu) dengan cara Memeranginya, berarti Nabi SAW tidak bertindak tegas dalam menjalankan Hukum Islam. Abu Bakar lebih tinggi Kedudukannya dibandingkan dengan Kedudukan Nabi Mumamad SAW. Astagfirullohhal’adziim…


Hemat Saya Nabi SAW tidak memerangi Musailamah Al-Kadzab karena Nabi telah Berlaku ADIL

Pertama Al-Maidah:8

“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

Musailamah Al-Kadzab Mengaku Nabi sama mengaku mendapat Wahyu, tetapi tidak melakukan Penganiyayaan, Pemaksaan, Pendzaliman terhadap Ummat Muhammad waktu itu sehingga Nabi SAW tidak memeranginya. Nabi SAW berjihad Memerangi Kaum Kafir, itu disebabkan Kaum Kafir Mendzalimi, Menganiyaya, Memerangi agar Nabi SAW dan Pengikutnya keluar dari Ajarannya.
Mengenai bersikap ADIL terhadap Ahmadiyah, saya sudah tuliskan di

http://www.tasikmalayakota.go.id/pnbb/v … 73&p=1

Kedua Al-Maidah:48 Artinya :

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu”.

Berkenaan dengan ayat tersebut di atas, “Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu”. Alloh mengeaskan pada ayat lain :

Ketiga Al-Hajj:17 Artinya :

(Q22:17).”Sesungguhnya orang-orang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shaabi-iin, orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu.”.


JADI, tidak di Usir, tidak di Aniyaya, tidak di Bakar Rumahnya Apalagi Dibunuhnya oleh tangan-tangan Manusia.


Berhubungan dengan Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat, Keputusan tersebut, tidak ada seorang pun, kelompok yang ikut serta dalam menentukan Pengadilan Alloh dalam urusan tersebut serta Allo ‘Azza Wajalla tidak butuh pertolongan Manusia. Ditegaskan oleh Alloh dalam Ayat lain :

Keempat Al-Isro : 111. Artinya : “Dan katakanlah: Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya”.

Untuk itu Nabi SAW tidak Membunuh Musailamah Al-Kadzab.

Wallohu’alam

Agus Wirabudiman

About these ads

Ketak

Information

5 responses

11 02 2011
Imam Bukhari

Kalau Alasan anda // Hemat Saya Nabi SAW tidak memerangi Musailamah Al-Kadzab karena Nabi telah Berlaku ADIL // mengapa abu bakar memeranginya ? apakah ajaran anda lebih hebat dari Abu Bakar ? Apakah anda hendak mengatakan kepada Abu Bakar TIDAK ADIL ? Atau anda pengikut Nabi Mirza ghulam Ahmad al kadzab la’natullah sampai hari kiamat ?

12 02 2011
Fikir

dimalaysia ajaran ahmadiya bisa dibubarkan oleh pemerintahnya tanpa setetes darah yang tumpah.. kenapa malaysia bisa dan kita tidak

27 02 2011
Muslim

mau nanya aja, apa sih pentingnya pembubaran Ahmadiyah, kalo baca dari cerita di atas. Musailamah aja ngga di perangi karena ia tidak memerangi Nabi Muhammad secara langsung. tapi di Zaman Abu Bakar, sebaliknya, Abu Bakar memerangi Musailamah, karena Musailamah memerangi terlebih dahulu.
lagian, manusia mau memaksakan hidayah, ya ngga bisa. hidayah hanya milik Allah. Yang di perangi itu teroris, yang menghalalkan cara demi membela Islam. islam mana yang di bela? ngawur aja……

2 09 2011
Anin

Setau saya pengikut Musailamah masih ada sisa – sisanya dan hidup sembunyi – sembunyi sebelum akhirnya ketahuandan ditindak oleh khalifah Utsman bin Affan, dan Ali bin abi Thalib ;
al-Baladhuri “Futuh al-Buldan” chapter on al-Yamamah

2 09 2011
Anin

Bukan cuma di Indonesia. Di Iran juga sama, bagaimana sikap negara dengan kelompok Bah’ai

Kantunkeun Balesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: