Operasi Rahasia Anti-Iran

Persetujuan Kongres AS atas Digelarnya Operasi Rahasia Anti-Iran

Sunday, 29 June 2008

Sumber-sumber berita AS mengungkapkan, Kongres negara ini ternyata telah menyetujui permintaan Presiden Bush untuk meningkatkan operasi rahasianya melawan Iran. Majalah New Yorker dalam edisinya hari ini menyatakan, Kongres AS akhir tahun lalu menyepakati usulan Bush untuk menyediakan anggaran operasi rahasia melawan Iran sekitar 400 juta dollar AS. Operasi rahasia itu dimaksudkan untuk menciptakan instabilitas di Iran.

Sembari merujuk pada dokumen rahasia tentang permintaan Bush kepada Kongres tersebut, Seymour Hersh, reporter majalah New Yorker dalam artitkelnya menulis, operasi rahasia AS melawan Iran dilakukan lewat kerja sama gelap Gedung Putih dengan kelompok-kelompok teroris anti-Iran dan pengiriman bantuan keuangan kepada mereka. Artikel tersebut juga mengungkap bahwa salah satu bentuk operasi rahasia anti-Iran itu dilancarkan dalam bentuk penangkapan sejumlah anggota Brigade Quds dan para komandan Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang dilarikan ke Irak untuk kemudian disidik, dijadikan tawanan, atau bahkan dibunuh.

Sementara itu, Kantor Berita Fars, mengutip keterangan Robert Bayer, mantan anggota CIA, mengungkapkan bahwa kelompok Jundullah merupakan salah satu kelompok internal Iran yang mendapat dukungan AS. Vali Nasr, analis Dewan Hubungan Luar Negeri AS menilai kelompok tersebut sebagai organisasi berbahaya yang ditengarai memiliki hubungan dengan gerakan AlQaeda.

Namun demikian, New Yorker mengakui, tak ada satupun pemimpin Demokrat dan Republik yang buka mulut soal operasi rahasia anti-Iran tersebut. Di akhir artikelnya, Seymour Hers menambahkan, Gedung Putih dan CIA berkali-kali menampik adanya operasi rahasia anti-Iran.

Beberapa hari belakangan, sejumlah media massa dan kalangan politik AS memang gencar melontarkan propaganda miring melawan Iran. Mereka bahkan mengungkap kemungkinan diterapkannya opsi serangan militer terhadap Tehran. Karuan saja, munculnya pemberitaan kontroversial semacam itu mengundang protes dan kritikan luas sejumlah negara dan masyarakat dunia.

Menanggapi ancaman tersebut, Dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Mohammad ElBaradei bahkan mengumumkan dirinya bakal mengundurkan diri dari jabatannya sebagai dirjen IAEA, jika Iran jadi diserang. Sementara para komandan militer Republik Islam Iran sendiri telah berulang kali menegaskan bahwa Tehran siap menghadapi segala bentuk ancaman musuh dan bakal memberikan balasan telak jika AS bertekad menyerang Iran.

Sumber : http://indonesian.irib.ir/index.php?option=com_content&task=view&id=3704&Itemid=48

Kantunkeun Balesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s