Siliwangi=Silihwangi

Siliwangi=Silihwangi

Sumber (Kasepuhan yang tumbuh di atas yang lurus ,Kusnaka Adimihardja)
(Eman Sulaeman,KiMarko(Hanjuang-Bodas Bogor))

baheula Kacapangan

jaman ngadeugna Galuh Pakuan

nu kamashur pajajaran

tempat payung kaadilan

ayeuna dikundangan

mupusti asmawarisan

nyucruk galur cacandaran

siliwangi pupuhunan

kupahlawanan juru bakti perjuangan

lambang kajayaan siliwangi keur pananggeuhan

Dalam deretan nama diantara sepuluh raja Sunda yang pernah memegang tahta kerajaan, sesungguhnya tidak terdapat nama Siliwangi. Nama itu lebih sering mengapung dalam babad, wawacan dan pantun. Nama Siliwangi tidak terdapat dalam prasasti ‘incription’ yang ditemukan di Pasundan. Dalam legenda dan karya sastra lainnya yang ada di Jawa Barat, nama Siliwangi itu dikalangan masyarakat Sunda diartikan sebagai ‘julukan’ yang berarti silihwangi. Kata Silih berarti ‘ganti’ (Kamus Sunda,1980 :477), dalam bahasa Indonesia berarti menggantikan.

Kata wangi dalam bahasa Indonesia bermakna ‘harum’ atau dapat pula berarti terkenal. Menurut para ahli Sunda, diantaranya Moh. Amir Sutarga (1984:43-44), tokoh Sri Baduga Maharaja, raja kelima yang pernah bertahta dalam Kerajaan Sunda (1482-1521), tak lain dari Prabu Siliwangi. Sutarga,dalam bukunya Siliwangi (1984) menawarkan alasan antara lain, berpegang pada pengertian sili(h), yang terdapat dalam Carita Parahyangan (atja, 1968). Pengertian tersebut sejalan dengan apa yang dijelaskan diatas. Secara harfiah, menurut Sutaarga, kata sili(h) wangi memiliki wangi yang menggantikan Prabu Wangi atau Prabu Niskala Wastu Kencana, raja Sunda keempat yang bertahta pada tahun 1474-1484.

Selain itu Sutaarga juga mengacu pada naskah Carita Prabu Anggalarang “Prabu Siliwangi tidak langsung memerintah, tetapi melalui perantara, yaitu Prabu Gerbamenak. Dalam wawacan Carios Prabu Siliwangi, terungkap bahwa Prabu Anggalarang mempunyai dua orang putra, yang pertama bernama Asmularang dan yang kedua Rajasunu Pamanah Rasa yang kemudian dikenal dalam karya-karya sastra dan lisan di Jabar dengan sebutan Prabu Siliwangi” Dalam Carita Parahyangan (Atja,1968) diungkapkan bahwa pengganti Dewa Niskala yang memerintah Galuh (1475-1482)adalah Ratu Purnama, yang biasa disebut pula Ratu Jaya Dewata yang identik dengan Sri Baduga Maharajadiraja. Dalam naskah Sri Baduga Maharaja dilukiskan sebagai : “Purbajati, mana mo kadatangan musu(h) ganal, musu(h)alit. Suka kreta tang tor,kidul,kulon,wetan,kena kreta rasa. Tan kreta ja laki (bi) dina urang reja, ja loba di Sanghyang Siksa” (ibid, 1968:32)

Sedangkan dalam transkrip batu tulis disebutkan bahwa raja pajajaran membuat “ya siya nu unian/sasakala gugunungan/ngabalay/niyan/samida/niyan/sa(n)hiyan talaga ‘rna mahawijaya. ya siya pun / w w ‘ isaka pancapan/da wa nge (..)an / bumi w w”.

Diungkapkan bahwa kemakmuran dan kejayaan negara ditandai dengan berbagai pembangunan yang dilaksanakan Sri Baduga Maharaja. Di Ibukota kerajaan yang baru itu Sri Baduga Maharaja menempati keraton yang dinamai Sri Bima Untarayana Madura Saradipati, yang sekarang masih ada di daerah bogor (jalan batu tulis). Beliau juga membangun pelbagai pelabuhan dagang dibeberapa kota, yaitu di banten, pontang, cikande, Tangerang, Sunda Kelapa, Karawang dan Cimanuk. Dalam usaha memeprindah ibu kota, Sri Baduga Maharaja membangun sebuah Telaga Sanghyang Rena Mahawijaya Prabu Siliwangisampai saat ini belum menemukan titik terang sebablokasi tersebut menjadi real estate yang kontraversial saat ini. Sri Baduga Maharaja adalah raja yang membangun parit ibu kota , yang saat ini masih bisa dilihat di daerah bogor sekitar Lawang Gintung.(Eman Sulaeman, KiMarko).

Selain itu dijelaskan pula berupa tugu peringatan (Sasakala) berupa bukit, yang dinamai bukit badigul. Dimana menurut Eman Sulaeman dan Kimarko bukit tersebut sebagai upacara penobatan raja, yang saat ini masih ada di bogor. Kemudian Sri Baduga Maharaja pun membuat Leuweung Samida yaitu Hutan Larangan yang menurut Eman Sulaeman dan Kimarko salah satu Leuweung Samida yang tersisa salah satunya yaitu Kebun Raya Bogor. Dan yang masih sekarang belum diketahui yaitu Telaga Sanghyang Rena Mahawijaya. Sedangkan dalam Prasasti kebantenan, Sri Baduga Maharaja disebut susuhunan di Pakuan Pajajaran (Ekadjati, 1984:85; Saleh Danasasmita, 1983-1984:9-10;sutaarga,1984:47). Kemakmuran dan kejayaan masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja itu dilukiskan dalam kata-kata yang padat oleh KI BUYUT RAMBENG, seorang juru pantun dari daerah Bogor-Banten Selatan :

talung-talung keur pajajaran

jaman keur aya keneh kuwerabekti

jaman guru bumi dipusti-pusti

jaman leungit tangtu eusina metu

euweuh anu tani kudu ngijon

euweuh anu tani nandonkeun karang

euweuh anu tani paeh ku jenkel

euweuh anu tani modar ku lapar

(Pantun Bogor : Kujang di Hanjuang siang, Sutaarga 1984:47)

Gambaran kemakmuran dan kejayaan masa kekuasaan Sri Baduga Maharaja dilukiskan dalam wawacan Sulanjana (Plyte, 1907). Dalam wawacan ini dikisahkan bahwa Prabu Siliwangi adalah seorang raja pertama untuk bertani. Batara Guru melalui Ki Bagawan memerintahkan Prabi Siliwangi untuk menanam berbagai jenis padi-padian diseluruh kawasannya. Pelbagai jenis padi-padian ini bersumber dari bagian-bagian tubuh mayat Dewi Sri Pohaci. Dalam wawacan Sulanjana, bagian dongeng yang digubah dalam bentuk Pupuh DADANGGULA, yang dilukiskan kemakmuran Prabu Siliwangi antara lain sebagai berikut:

Dinegara Pakuan sarugih

murah sandang sarta murah pangan

ku sakabeh geus loba pare

berekahna Dewa Guru

anu matak kabeh sarugih

malah ka nagri lain

geus kakocap manjur

Dewa Guru miwarangan

ka Ki Semar: maneh Semar geura Indit, leumpangan ka nagri pakuan

(Wawacan Sulanjana: Plyte 1907:88)

http://geocities.com/jajaka_subang/Pajajaran.htm

Kantunkeun Balesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s