Buku Ilusi Negara Islam – 16 Mei 2009

ILUSI NEGARA ISLAM

Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia

Gerakan garis keras transnasional di Indonesia terdiri dari kelompok-kelompok di dalam dan di luar institusi pemerintahan/parlemen yang saling mendukung untuk mencapai agenda bersama mereka. Bahaya paling jelas adalah identifikasi Islam dengan ideologi Wahabi/Ikhwanul Muslimin yang sangat ampuh membodohi umat Islam. Mereka menyusup ke bidang-bidang kehidupan bangsa Indonesia, terutama ormas-ormas Islam moderat, institusi pendidikan dan pemerintahan; dan dengan dalih membela dan memperjuangkan Islam, melakukan cultural genocide untuk menguasai Indonesia. Formalisasi agama (baca: Islam) yang mereka lakukan hanya dalih untuk merebut kekuasaan politik.

Merespon gerakan ini, PP. Muhammadiyah menerbitkan SKPP Nomor 149/Kep/I.0/B/2006 untuk menyelamatkan Persyarikatan dari infiltrasi partai politik seperti PKS. Nahdlatul Ulama juga mengeluarkan fatwa bahwa Khilafah Islamiyah tidak mempunyai rujukan teologis baik di dalam al-Qur’an maupun Hadits. PBNU mengingatkan bahwa ideologi transnasional berpotensi memecah belah bangsa Indonesia dan merusak amaliyah diniyah umat Islam

Ketegangan kelompok moderat dengan gerakan garis keras adalah manifestasi perseteruan al-nafs al-muthmainnah dengan hawa nafsu. Pengetahuan yang terbatas membuat hawa nafsu tidak mampu membedakan antara washîlah (jalan) dari ghâyah (tujuan), dalam memahami Islam pun kerap mempersetankan ayat-ayat lain yang tidak sejalan dengan ideologinya. Hal ini juga mencerminkan hilangnya daya nalar dalam beragama.

Buku hasil penelitian selama lebih dari dua tahun ini mengungkap asal usul, ideologi, dan agenda gerakan garis keras transnasional yang beroperasi di Indonesia, serta rekomendasi membangun gerakan untuk menghadapi dan mengatasinya secara damai dan bertanggung jawab.

Download Buku :
http://www.bhinnekatunggalika.org/galeri.html

http://www.bhinnekatunggalika.org/downloads/ilusi-negara-islam.pdf

5 thoughts on “Buku Ilusi Negara Islam – 16 Mei 2009”

  1. Saya sudah baca sebelumnya…
    dan tanggapan dari Pihak Penerbit Bukunya pun sudah dibaca…
    //—–
    Materi yang tertuang didalam Buku mengenai HTI, sering dibicarakan dan didiskusikan di forum-forum terbuka termasuk disini :

    Konsep Khilafah vs Demokrasi dalam Islam
    Acara Dialog di Metro :
    http://www.metrotvnews.com/todaysdialog … hp?id=1943

    Ismali Yusanto sebagai juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), mengatakan Banyak kalangan muslim menganggap sudah saatnya sistem pemerintahan dalam Islam kembali ke jaman Khilafah-khilafah besar pada era sepeninggal Nabi Muhammad SAW, seperti Abu Bakar Siddiq, Umar ibn Khattab, Usman bin Affan dan Ali ibn Abi Thalib, yang telah membuat kejayaan Islam dimuka bumi.

    Namun pendapat juru bicara HTI tersebut tidak sepenuhnya relevan jika diterapkan di Indonesia, karena dapat mengikis nilai-nilai demokrasi yang telah dibangun kata Abdul Moqsith Ghazali yang juga koordinator Jaringan Islam Liberal (JIL).

    Pendapat berbeda disampaikan oleh Novriantoni Kahar, dosen Universitas Paramadina. Menurutnya jika Indonesia menerapkan sistem khilafah maka akan terjadi kemunduran dalam sistem pemerintahan Indonesia. Sebab sistem khilafah hampir mirip dengan sistem kerajaan cuma berbeda caranya.

    Jika kerajaan berdasarkan sistem kekeluargaan, khilafah ditunjuk oleh pemimpin terdahulunya tapi berdasarkan kualitas seseorang.

    Forum yang menarik ini layak untuk disimak dan diharapkan dapat menjadi proses pembelajaran untuk dapat membandingkan sistem pemerintahan yang layak bagi Indonesia.

    Narasumber Ismail Yusanto (Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia), Abdul Moqsith Gazhali (Koordinator Jaringan Islam Liberal), dan Novriantoni Kahar (Dosen Universitas Paramadina).
    ————-
    Diharapkan untuk melihat dulu acara Dialog tersebut di http://www.metrotvnews.com/todaysdialog … hp?id=1943
    //———————————————–\\

    SAUDARAKU…Kalo benar-benar Iman terhadap Alloh dan Rosulnya, niscaya Kita tidak pernah menganggap Ke-Khilafahan yang telah di bangun Rosululloh itu padam.

    SEJAK Rosul membangun Ummat ini sampai Sekarang Kekhilafahan dan Immamah yang dengan atas Izin dan Ridho Alloh dan Rosulnya tetap terjaga seperti terjaganya Kebenaran Al-Qur’an sampai Yaumilqiyaaamah.

    http://www.tasikmalayakota.go.id/forum/viewtopic.php?id=284&p=7
    http://tasikmalayakota.go.id/forum/viewtopic.php?id=284&p=7

  2. Sunggu, buku ini sangat tidak bermanfaat dan dapat mengadu domba umat. Kelompok Ubay bin Salul semakin gencar merusak tatanan umat dan tercapainya NKRI yang madani. Negara ini rtidak pernah bangkit karena masih didominasi orang-orang “SEPILIS” (Sekulerisme, Pluralisme, dan Liberalisme).

    1. @laskar NKRI
      Tergantung dari sudut mana kita memandang terhadap Buku tersebut, tidak sedikit di dunia ini kelompok yang mengatasnamakan Islam namun sama sekali tidak ISLAMI. Sejauh mana kita memahami Islam sejauh itulah kita dapat menilai Ke-Islaman orang lain.
      Al-Islamu Mahjuubun Bil Muslimiin

      Kalaulah tidak memiliki wawasan yang Pluralisme tentulah tidak akan terbangun NKRI yang berdasarkan PANCASILA…heheh🙂

  3. saya rasa buku ini wajib diperbanyak dan dijadikan bacaan wajib bagi setiap orang yang berada di lingkungan akademis / umum / dimanapun itu..agar bisa mengetahui islam yang sebenarnya n tidak menggunakan dalil2 dangkal utk mengkafirkan sesama saudara muslimnya sndri..juga agar bisa menangkal gerakan2 radikalisme yg semakin merajalela di Indonesia yg sdh hmpr mnguasai parleman dan pemerintahan..malah lebih penting lagi buku ini harus mjd kurikulum pd smua pendidikan di indonesia dari SD sampai Universitas..

Kantunkeun Balesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s