CADAS NANGTUNG PASANGGARAHAN – SUMEDANG LARANG

From: richadiana kartakusuma <richadianakartakusuma@yahoo.com>
To: kisunda@yahoogroups.com
Sent: Sat, January 2, 2010 9:30:49 PM

BATU TONGGAK DI GUNUNG/PASIR REUNGIT

CADAS NANGTUNG PASANGGRAHAN, DI SUMEDANG SELATAN:

SITUS BCB-KAH ATAU SEKEDAR HASIL PROSES GEOLOGI SEMATA ?

Oleh:

Richadiana Kadarisman Kartakusuma

1. Kearifan Lokal

Pepatah mengatakan “Lain Lubuk Lain Ikannya, Lain Padang Lain Pula Belalangnya”, adalah ungkapan peribahasa yang menunjukkan betapa tajamnya nenek moyang kita di dalam mengngungkapkan masalah anekaragam data istiadat masing-masing daerah pada berbagai wilayah di (Kepulauan) Nusantara ini. Secara sadar ataupun nirsadar sebenarnya ungkapan itu merupakan suatu cerminan tindakan sangat hati-hati bila kita mendatangi atau menilai daerah (baca:etnis) lain di lingkungan masyarakat dan kebudayaan yang bersifat ‘multi etnis’; yang menampilkan cara yang berbeda–beda pula, baik di dalam proses pembentukan maupun pembekuan unsur-unsur tradisionalnya.

Berbicara fenomena warisan aktivitas kebudayaan  di Tatar Sunda (BCB), secara langsung berhadapan kepada berbagai permasalahan epistemologis yang fundamental. Apakah kita, bertolak dari keyakinan bahwa gagasan teoritis dalam pengetahuan Ilmu Sosial Budaya universal,  seperti Ilmu Pengetahuan Alam, atau terikat kepada kebudayaan dimana gagasan itu dicanangkan? Ataukah harus diteruskan dengan pertanyaan “Apakah kebudayaan suatu masyarakat/ individu/ kelompok sosial merupakan suatu sistem yang dihayati warganya sehingga pemahaman tentang lingkungan sosial dan biofisika harus dianggap seragam?” Ataukah pula masing-masing warga memiliki pemahaman sendiri-sendiri  yang tidak perlu dan belum tentu sama dari satu warga ke warga yang lain ? Layaknya pepatah kuna yang mengatakan  “ciri sabumi cara sadesa” menyiratkan pengertian amat dalam bahwa setiap masyarakat pendukung budaya di Nusantara mengembangkan kelengkapan ‘supra-organik’ atau perlatan ‘non-ragawi’ yang merupakan perwujudan seluruh tanggapan aktifnya terhadap lingkungan hidupnya. Variasi lingkungan hidup di berbagai wilayah tersebut menimbulkan aneka-ragam cara memahami, memperkirakan dan menilai lingkungan serta menentukan nilai dan gagasan vital yang menjadi pedoman pola tingkah laku anggota masyarakat.

Continue reading CADAS NANGTUNG PASANGGARAHAN – SUMEDANG LARANG