ROH /RUH – ARWAH

SAMPURASUN, Gunem Catur sareng Duluru di tatangga Facebook, 21-03-2014 M,

pamugi aya sasieur sabeunyereun aya pulungeun nana :

Roni S. Jayadireja Nyerat :

100% fisik manusia adalah unsur alam. 100% ruhani manusia adalah milik Tuhan. Yg dikuasai oleh manusia hanyalah jiwanya (nafsani), jiwa yg mampu menggerakan segenap dirinya utk berbuat baik ataupun buruk. Dan, hanya jiwa tuluslah yg akan mampu melakukan dharma (amal shalih yg ikhlas), mjd media yg mengalirkan rahmat Tuhan bagi segenap makhlukNya, tanpa kecuali.

As Doyeng BlekOk Nyerat : Wangsadharma, Dharmawangsa,. heuheu

Agus Wirabudiman Nyerat : di cutat sakedik ku simkuring kang : 100% fisik manusia adalah unsur alam. 100% ruhani manusia adalah AMRI/Urusan/UTUSAN Tuhan….heheh🙂.

Roni S. Jayadireja Nyerat : Pun ten = pun anten = jiwa diri yg tulus-suci.

Roni S. Jayadireja Nyerat : @Agus Wirabudiman, “wa nafakhtuhu fihi min ruuhi” , ruh manusia bukan “utusan” melainkan bagian dari ruhNya.

Agus Wirabudiman Nyerat : Apa RUH itu???, QS.Al-Isro:85. Artinya : Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: “Ruh itu termasuk amri (perintah /utusan /urusan) Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan (tetang roh) melainkan sedikit“.

Roni S. Jayadireja Nyerat : Iya kang… makanya 100% ruh itu milik Allah

Roni S. Jayadireja Nyerat : Konteks status saya adalah nafsani (jiwa), bukan ruhani (ruh).

Agus Wirabudiman Nyerat : Rada panjang kang ngabahasna…hehe , Karena jaman sekarang ini kebanyakan kalau membahas RUH/ROH/ Urusan HIDUP dengan ayat QS.Al-Isro:85, seolah tabu untuk membahas /mempelajarinya. Padahal SEDIKITnya Ilmu tentang Ruh yang diberikan Allah adalah SEDIKITnya Ni’mat Allah yang diberikan. Pembahasan ini sudah saya Ringkas dalam RINGKASAN ROH dalam TABAYYUN-II, mangga kang Roni tiasa Download di http://www.box.com/s/6c8dc77cc6f281299951 atuh ringkesna ngeunaan RUH oge parantos disingket deui dina seratan “Mulih Ka Jati Mulang Ka Asal” : https://sukapura.wordpress.com/, simpulannya : 100% fisik manusia adalah unsur alam. 100% ruhani manusia adalah AMRI/Urusan/UTUSAN Tuhan…

Roni S. Jayadireja Nyerat : Iya kang Agus Wirabudiman…, tabu krn ruhani itu bukan utk diperbincangkan tp utk “dijalani”

 Agus Wirabudiman Nyerat : Ya, atau Di-RASA-kan, RASA tidak akan berbohong!. Dari  “dijalani/menjalani”   itulah baru dapat diperbincangkan Pengalamannya…heheh .

BUKAN hanya TABU, Lebih dahsyatnya lagi, Mempelarari Ruhani-melakukan Proses Ruhani-Membahas Ruh dianggap Aliran Sesat-Syirik-Kafir…haha , saya mengalami tuduhan itu, setelah berTABAYYUN baru terdiam.

Mempelajari Eksistensi RUH dalam Diri /atau pun RUH yg telah terpisah dengan Raganya adalah :

1. Iman Kepada Yang Ghaib, IMAN/PERCAYA yang benar bukan sebuah ANGAN-ANGAN diBICARAKAN /Melakukan Ikut-Ikutan tetapi SESUATU yang TeRASA/Menusuk QS.Al-Hujuraat:14.

2. Urusan RUH adalah yang HIDUP di Dunia dan yang HIDUP di Akhirat.

3. tentang Ilmu Yaqin-Haqqul Yakin-‘Ainal Yaqin,

4. Dengan Mengenal Ruh Diri kita, sebagai jalan pengetahuan membedakan antara Mata Lahir dan Mata Batin/Hati/Qolbi yang pada akhirnya tercapailah apa yang ditunjukan “Ru’yatullah fiddunya Bi’ainil Qalbi”.

dst…tidak ada batasnya pengetahuan tentang RUH…

Simpulnya RUH sesuatu yang ada dalam DIRI sebagai Utusan/PerintahNYA yang adaNya sementara dalam Dunia Kecil (RAGA) sebagai jalan pengetahuan untuk kembali kepadaNYA. Mulih Ka JATI Mulang Ka Asal.

aduh…hapunten janten curhat kieu yeueueh…hehehe…, asa ka Jalanan ku seratan Kang Roni, hehe…nuhun…nuhun _/|\_

Roni S. Jayadireja Nyerat : Iya Kang… ruh itu sulit dideskripsikan, apalagi dlm bentuk tulisan

Tri Bekti Nyerat : tanpa kecuali

Agus Wirabudiman Nyerat : Kang Roni hapunten bade nambihan seratan,… asa kainspirasian…heheh🙂

Ar-Aruh berasal dari kata Riiihun = angin sepoy-sepoy, atau tiupan angin yang lembut /semiliwir angin, sangat berkaitan dengan ayat “wa nafakhtuhu fihi min ruuhi” = MENIUPkan /di-TIUP-kan /TIUP.

Apabila kita mempelajari ANGIN sangat BERBEDA dengan mempelajari dari unsur ALAM yang lainnya seperti AIR, API dan BUMI.

Kalau AIR, API, BUMI itu dapat dikenali dengan MUDAH (Dilihat, Diraba) kalau ANGIN???, hehe🙂

ANGIN dapat mudah dikenali ketika BERTIUP menggerakan Benda sekelilingnya dan TER-RASA tiupannya, INI yang BESARnya dalam mengenali dari keberadaan ANGIN, sedangkan mengenali yang Kecilnya adalah ketika kita bernafas baik melalui Hidung/Mulut.

Keluar-Masuknya Angin/Udara melalui Hidung/Mulut ini pun jarang kita KENALI dan kita SADARI+Syukuri keberadaannya, padahal Air-Api-Angin-Bumi (PAPAT) tidak dapat dipisahkan untuk kelangsungan Hidup di muka bumi ini.

Dalam kearifan local “AJARAN LELUHUR NUSANTARA” dikenal dengan konsep PAPAT KALIMA PANCER yang dalam perkembangannya melahirkan CANDI/SANDI/Simbol Ajaran yang dinamakan Lingga-Hiyang dan Lingga-Yoni “salah satunya”.

Dengan perbedaan keberadaan ANGIN/Udara dengan unsur lainnya yang tidak dapat diLIHAT dan diRABA (DZAHIR) sama dengan Keberadaan RUH yang tidak dapat diLIHAT dan diRABA (DZAHIR) menjadikan “RUH” sesuatu yang ada dalam Diri Manusia jarang diungkap /dipelajari /dikenali oleh masing-masing Dirinya, bagaimana kita dapat BERSYUKUR kepada TUHAN sementara kita tidak mengenal Hidup/Ruh diri kita sendiri sama saja seperti ORANG GILA, dia hidup tetapi tidak punya arah tujuan seperti Bertiupnya Angin kearah barat-timur-selatan-utara… Na’udzubillahi min Dzaalik……..oleh karena itu dalam Al-Qur’an sendiri di Sindir-Silib kan Pengajarannya :

QS.As-Sajdah, 9 : Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya ruhNya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.

Dengan Ruh-Nya, manusia dapat Mendengar, maka sejatinya RUH itulah yang Mendengar!

Dengan Ruh-Nya, manusia dapat Melihat, maka sejatinya RUH itulah yang Melihat!

Dengan Ruh-Nya, manusia memiliki Hati/NURANI, maka sejatinya RUH itulah yang NUR’AIN! (Mata Hati nya).

—–sehingga ketika Tubuh/Raga tidak ada Hidupnya/ruhNya maka telinga tidak mendengar!, mata tidak melihat, jantung/qolbi/hati pun tidak memiliki NUR’AINnya.—-

HAL tentang inilah yang jarang Disadari oleh banyak manusia sehingga SEDIKIT SEKALI YANG BERSYUKUR karena tidak mengenali Hidup/ruh-Nya sendiri.

Bagaimana DAMPAK akibat tidak Bersyukur/tidak Mengenali ruh-Nya???, tentu akan LUPA /Ghafiluun /Lalai bahkan ingkar untuk Mengenal-Nya (Ma’rifatullah), ingkar untuk bertemu dengan-Nya……….inilah yang disindir pula dalam Al-Qur’an :

QS. Ar-Ruum:7-8) Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan Dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) Akhirat adalah lalai. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya.

//—-Barang siapa yang buta di Dunia, maka ia akan Buta di Akhirat, dst…—-\\

Keterangan yang menunjukan “Hudan” tentang RUH baik Al-Qur’an maupun Al-Hadist sangat banyak sekali sebagaimana yang telah kami rangkum dalam TABAYYUN-II Halaman 31-39, namun lagi-lagi hanya karena “sedikit” berbeda menafsirkan-memahami dari QS.Al-Isro:85 kata “Amrii” = Utusan/Urusan Tuhan-ku yang seolah-olah menjadi HARAM untuk mempelajari-mengenali tentang ruhNYA yang berdampak sangat luas terhadap PERBEDAAN dalam memahami Ajaran Islam.

Apabila telah mengenali runNya dalam tubuh kita, maka tentu saja salah satu manfaatnya dapat melakukan Shillatur-ruhi sebagaimana yang diungkapkan Imam Al-Ghazali dalam menerangkan tingkatan Shillatur-rahim. Shillatur-ruhi ini pula yang dicontohkan /disunnahkan oleh Roasulullah SAW dalam berbagai kesempatan.

Contoh Aplikasi dari pemahaman-mengenali-menyadari tentang RUH dalam bertawassul seperti dibawah ini :

Ila hadhdhratiin-nabi…atas kehadiran Nabi..dst

Ila hadhdhratii syaikh…atas kehadiran Syaikh..dst

Ila ruuhii….atas ruuh Fulan bin Fulan…dst

Dari Aisyah r.a, Saya mendengar Nabi SAW bersabda : “Arwah (jama’ dari Ruh) itu bagai tentara yang berbaris. Mana yang bersesuaian berdampinglah dia, mana yang bertetangan berjaulah ia”. (HR. Bukhari)

Begitu LUAS apabila diKUPAS…hehe J, Luas dalam pandangan dan manfaat bagi Manusia, Sedikit dalam pandangan Ilmu Tuhan (Qaliila).

Sakitu heula ti simkuring, etang-etang NGASAH Aji-Pangarti diri dina raraga “Silih-ASAH, Silih Asih, Silih Asuh”. Hehe🙂

Wallohua’lam bimuroodih

Kang Roni hatur rebu nuhun janten kajalanan ku seratan ka Roni, pon kitu seratan kang Roni anu tipayun ngeunaan Lafadz Allah tea,….rebu nuhun laksa keti kabingahan, Jazakallohu Khairon Katsiro, pamugi gunem catur ieu oge aya/janten manfaat khususna keur diri sim kuring, umum na kadulur salembur jeung ka dulur urut salembur. Amiin

Baktos,  Tabe pun…_/|\_

Roni S. Jayadireja Nyerat : Nuhun… _/\_

Agus Wirabudiman Nyerat : sami-sami pisan, Gunem catur ieu ke bade kana PDF keun, sugan jeung sugan bisa jadi jalan bukaeun Diri anak incu wanoh kana Dirina…hehehe .

Helmi Pakudjati Nyerat  ruh, OS. nafs, AS.

Roni S. Jayadireja Nyerat : Mangga dilajeng pangersa…

Agus Wirabudiman Nyerat : Nafsun /Diri Manusia yang Se-Utuhnya yang terdiri dari JASMANI dan RUHANI. Kemudian yang dimaksud “Innan-nafsa Laamarotim bis-suui”, Dasarnya Nafsu ini adalah Batin/Dayanya dari Saripati Air-Api-Angin-Bumi yang menyatu menjadi JASMANI, apabila Daya Batin (Nafsu) dari saripati Air-Api-Angin-Bumi dapat dikendalikan oleh ruhNya yang dimaksud dalam tulisan di Atas, maka NAFSU yang tadinya suka memerintahkan keburukan menjadi terkendali dan dapat mengikuti Daya Kebaikan disebut dengan Nafsul-mutmainnah.

Download PDF : Ruh_Facebook

Note Facebook : Roh /Ruh-Arwah

3 thoughts on “ROH /RUH – ARWAH”

    1. Maaf kalo telat membalasnya..
      Kalo istilah Iblis sudah jelas ya… bagian dari kelompok JIN, hehe🙂
      JIN berbuat buruk = Syetan, karena ada juga JIN yang baik.
      Manusia berbuat buruk = Syetan juga.
      SETAN itu sifat ajakan untuk perbuatan Buruk, dalam surah An-Nas, Syetan itu : “Yuwaswisu fii suduurinnas Minal-jinnati wannaan”.

Kantunkeun Balesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s