KENALILAH AKU

Ahmad Yusuf Badruzaman ‎menulis

: https://www.facebook.com/groups/178562668899727/permalink/685086648247324/

Diriwayatkan dari Imam Al-Baqir bahwa Rasulullah SAWW bersabda, Allah SWT berfirman:

“Demi kemuliaan-Ku, kebesaran-Ku, keagungan-Ku, keperkasaan-Ku, nur-Ku, ketinggian-Ku dan ketinggian tempat-Ku, tak seorang hamba pun yang mengutamakan keinginannya (nafsunya) di atas keinginan-Ku, melainkan Aku kacaukan urusannya, Aku kaburkan dunianya dan Aku sibukkan hatinya dengan dunia serta tidak Aku berikan dunia kecuali yang telah kutakar untuknya.

Demi kemulian-Ku, kebesaran-Ku, keagungan-Ku, keperkasaan-Ku, nur-Ku, ketinggian-Ku dan ketinggian tempat-Ku, tak seorang hamba pun yang mengutamakan keinginan-Ku di atas keinginan (nafsu) dirinya melainkan Aku suruh malaikat untuk menjaganya, langit dan bumi menjamin rezekinya dan menguntungkan setiap perdagangan yang dilakukannya serta dunia akan datang dan selalu berpihak kepadanya”.

————————————————————————————

Agus Wirabudiman menulis : Ngiringan komen sakedik…🙂.

Hemat kami, Penekanan maknanya untuk memisahkan ALAM FIKIRAN MANUSIA tentang perkara DZAHIR dan BATHIN. Gumpalan Memory ALAM FIKIRAN Manusia dipenuhi Pengetahuan dari unsur Duniawi melalui Telinga (katanya), Mata (menyaksikan dzahir/Duniawi) yang sifatnya BARU setelah Manusia terlahir ke Dunia.

Apakah selama dalam kandungan Ibu, kita berfikir akan terlahir ke Dunia? TIDAK.

Daya AKAL FIKIRAN zona Wilayah Kepala -> kerap berfikir Dzahir /Duniawi yang akan membantu Nafsu (Mencapai Keinginan Duniawi) yang sering disebut “Menghalalkan Segala Cara”. Sementara TUHAN (Demi kemulian-Ku, kebesaran-Ku, keagungan-Ku, keperkasaan-Ku, nur-Ku, ketinggian-Ku dan ketinggian tempat-Ku)…dst

MAKA yang ditekankan dalam Hadist (Diriwayatkan Imam Al-Baqir) tersebut diatas “mengutamakan keinginan-KU di atas keinginan (Nafsu) dirinya” perkara BATHIN /Qolbi. Dalam Hadis Qudsi Al-Mawa’idz fil Ahadis Al-Qudsiyyah, Rasulullah SAWW bersabda, Allah SWT berfirman :

*>Wahai manusia!…Kenalilah Aku sebanyak ni’mat-Ku yang Aku-berikan kepadamu

*>Wahai manusia!… Carilah Aku, engkau akan bertemu dengan-Ku.

Ingat pula pada keterangan Imam ‘Ali KW : “ru’yatullah fid-dunya bi’ainil-qolbi”.

Secara tidak langsung, keterangan tersebut memerintahkan ALAM FIKIRAN Manusia untuk mendeteksi KONDISI Bathin/Qolbi dalam dirinya “ru’yatullah fid-dunya bi’ainil-qolbi”, dimana didalam Bathin terdapat DUA DAYA :

  1. nur-Ku = Didorong dari Daya Non Materi /Ghaib (RUHANI).
  2. Nafsu = Didorong dari Daya Materi /Dzahir (DUNIAWI).

FOKUSKAN Fikiran Tertuju Ke-Dalam Memperhatikan Gerak Ucapan Hati /BATHIN “merhatikeun gerentes haté ” untuk memisahkan terlebih dahulu antara nur-KU<>Nafsu yang terdapat dalam lingkungan Dada zona Kiri-Kanan. Ketika Alam Fikiran sudah terfokus dalam memperhatikan Kondisi Bathin kemudian berbuat /bergerak /bekerja dalam segala hal (apa pun profesinya) sesuai dengan Hati Nur’ain = Nurani, Pola Akal Fikiran pun akan Sehat…maka “…Aku suruh malaikat untuk menjaganya”…dst.

 Oleh karena itu sering-sering lah menggunakan Daya Akal Fikiran untuk Memperhatikan Kondisi Gerakan Hati/Qolbi agar=>Daya Akal tidak tertipu dengan dorongan Nafsu (Duniawi) yang ada didalam Hati/Qolbi itu sendiri. Mungkin begitu singkat nya🙂.

Wallahu’alam

Agus Wirabudiman menulis :

Dasar Penjelasan No. 1. nur-Ku = Didorong dari Daya Non Materi /Ghaib (RUHANI). Salah satunya berhubungan dengan tulisan ROH /RUH-ARWAH : https://www.facebook.com/notes/agus-wirabudiman/roh-ruh-arwah/10151950705431394

CATATAN :

Download  https://sukapura.files.wordpress.com/2013/06/allah.pdf

AllahSWT

 

 

 

 

 

 

 

 

Kantunkeun Balesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s